Menu Close

Pelajari Bacaan Niat Wudhu Dan Doa Setiap Gerakan Wudhu

            Salah satu rukun yang wajib dilakukan sebelum kita melaksanakan ibadah shalat adalah berwudhu. Kenapa berwudhu ini dianggap penting, karena dalam wudhu ini kita akan membasuh bagian-bagian yang harus dalam keadaan bersih saat shalat. Karena wudhu merupakan car akita mensucikan diri sebelum mulai beribadah.

            Dengan menyempurnakan gerakan-gerakan wudhu yang sesuai dengan yang sudah dianjurkan, maka Insya Allah itu nantinya akan semakin menambah kekhusyukan kita dalam beribadah. Karena dengan berwudhu akan mensucikan diri kita dari noda-noda ataupun najis yang mungkin menempel di tubuh kita.

            Didalam hadits riwayat Abu Hurairah pun Rasulullah SAW menjelaskan bahwa Allah SWT tidak akan menerima shalat seseorang yang memiliki hadats kecuali ia berwudhu. Agar wudhu yang kita lakukan semakin sempurna, ada baiknya kita juga membaca niat wudhu sebelum memulai gerakan wudhu kita.

Berikut ini bacaan niat wudhu yang bisa kamu lafalkan sebagai berikut :

“Nawaitul whudu-a lirof’il hadatsii ashghori fardhon lillaahi ta’aalaa

Artinya : “ Saya niat berwudhu untuk menghilangkan hadast kecil fardhu (wajib) karena Allah ta’ala.”

            Bacaan niat wudhu ini bisa dibacakan didalam hati ataupun dibacakan langsung. Niat wudhu ini bisa dibacakan sebelum memulai wudhu ataupun saat mulai membasuh muka. Setelah membaca niat wudhu tersebut ada baiknya juga kita menyempurnakan wudhu dengan membaca doa di setiap gerakan wudhu yang kita lakukan.

Alat Peraga Edukatif Puzzle Wudhu Putra Jual Murah • Madaniah™
source gambar : madaniah.co.id

 Berikut ini bacaan dari tiap gerakan wudhu :

  • Gerakan membasuh telapak tangan, membaca :

                        Allâhumma ihfadh yadi min ma’âshîka kullahâ

Artinya: “Ya Allah, jagalah kedua tanganku dari semua perbuatan maksiat.”

  • Gerakan berkumur, membaca :

Allâhumma a’inni ‘alâ dzikrika wa syukrika, Allâhumma asqini min haudli nabiyyika shallallâhu ‘alaihi wa sallam ka’san lâ adzma’a ba’dahu Abadan

Artinya: “Ya Allah, tolonglah aku (untuk selalu) mengingat dan bersyukur pada-Mu. Ya Allah, beri aku minuman dari telaga Kautsar Nabi Muhammad, yang begitu menyegarkan hingga aku tidak merasa haus selamanya.”

  • Gerakan membersihkan lubang hidung, saat menghirup air membaca :

Allâhumma Arihni Raaihatal jannah. Allâhumma lâ tahrimni râihata ni’amika wa jannatika

Artinya: “Ya Allah, (izinkan) aku mencium wewangian surga. Ya Allah, jangan halangi aku mencium wanginya nikmat-nikmatmu dan wanginya surga.”

            Saat mengeluarkan air dari hidung membaca :

Allâhumma innî a’ûdzu bika min rawâihin nâr wa sû`i dâr

Artinya: “Ya Allah, aku berlindung pada-Mu dari busuknya aroma neraka, dan dari buruknya tempat kembali.”

  • Gerakan membasuh muka, membaca :

Allâhumma bayyidl wajhi yauma tabyadldlu wujûhun wa taswaddu wujûh

Artinya: “Ya Allah, putihkanlah wajahku di hari ketika wajah-wajah memutih dan menghitam.”

  • Gerakan saat membasuh lengan kanan, membaca :

Allâhumma a’thinî kitâbi biyamîni, wa hâsibnî hisâban yasîran

Artinya: “Ya Allah, berikanlah kitab amalku (kelak di akhirat) pada tangan kananku, dan hisablah aku dengan hisab yang ringan.”

            Saat membasuh lengan kiri, membaca :

Allâhumma laa tu’thini bi syimaali, wa laa min waraa`i dzahri

Artinya: “Ya Allah, jangan Kau berikan kitab amalku (kelak di akhirat) pada tangan kiriku, dan jangan pula diberikan dari balik punggungku.”

  • Gerakan mengusap kepala

Allâhumma harrim sya’ri wa basyari ‘ala an-nâri wa adzilni tahta ‘arsyika yauma lâ dzilla illa dzilluka.

Artinya: “Ya Allah, halangi rambut dan kulitku dari sentuhan api neraka, dan naungi aku dengan naungan singgasana-Mu, pada hari ketika tak ada naungan selain naungan dari-Mu.”

  • Gerakan membersihkan telinga

Allâhumma ij’alni minalladzîna yastami’ûnal qaula fayattabi’ûna ahsanahu.

Artinya: “Ya Allah, jadikanlah aku orang-orang yang mampu mendengar ucapan dan mampu mengikuti apa yang baik dari ucapan tersebut.”

  • Gerakan membasuh kaki

Allâhumma innî a’ûdzu bika an tanzila qadamî ‘anish-shirâthi yauma tanzilu fîhi aqdâmul munâfiqîn

Artinya: “Ya Allah, aku berlindung pada-Mu, dari tergelincir saat melintasi jembatan shirathal mustaqim, kelak di hari ketika banyak telapak kaki orang munafik yang tergelincir.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *