Menu Close

Mengenal Apa Itu Penyakit Bradikardia

Bradikardia
source gambar : idntimes.com

Pernahkah anda mendengar tentang penyakit bradikardia? mungkin nama penyakit ini masih jarang terdengar oleh sebagian besar orang. Bradikardia merupakan salah satu jenis penyakit jantung yang membuat penderitanya memiliki denyut jantung yang jauh di bawah normal, jika normalnya pada orang dewasa memiliki 60 sampai 100 kali detak jantung per menit namun bagi pasien penderita bradikardia hanya memiliki denyut jantung yang kurang dari 60 denyut jantung per menit.

Dimana denyut jantung tersebut biasanya juga dimiliki oleh orang yang sudah lanjut usia, atlet yang sering berolahraga, dan juga dimiliki oleh orang yang sedang tidur. Penyakit bradikardia ini bisa menjadi salah satu penyakit serius jika dibiarkan, karena jantung tidak dapat memompa darah yang mengandung oksigen ke seluruh tubuh secara maksimal.

Tetapi pada sebagian orang penyakit bradikardia ini juga tidak menimbulkan gangguan atau komplikasi yang berarti pada tubuh hanya saja orang yang mengalami penyakit ini sering mudah lelah dan merasa pusing jika terlalu kelelahan.

Tanda-tanda maupun gejala orang yang memiliki penyakit bradikardia ini antara lain jumlah denyut jantung per menit yang jauh dibawah batas normal, dengan kondisi tersebut bisa membuat otak kekurangan supply oksigen dan bisa menimbulkan beberapa gejala seperti pingsan, pusing, merasa kelelahan, tubuh yang terasa lemah, sesak nafas, nyeri di bagian dada, tidak fokus, kesulitan dalam mengingat, dan juga terasa sesak setiap setelah melakukan aktivitas fisik yang cukup berat.

Penyebab penyakit bradikardia ini juga bermacam-macam, salah satunya yaitu sebagai berikut :

  • Penyakit jantung bawaan
  • Infeksi di jaringan jantung
  • Kerusakan bagian jantung karena proses penuaan
  • Kerusakan bagian jantung karena mengalami serangan jantung
  • Kelenjar tiroid (hipotiroid)
  • Komplikasi operasi jantung
  • Elektrolik dalam darah yang tidak seimbang
  • Sleep Apnea (gangguan nafas saat tidur)
  • Penyakit peradangan seperti demam, lupus, dll
  • Penggunaan obat-obatan untuk mengatur detak jantung, obat menurunkan tekanan darah, dan obat gangguan kejiwaan.

Beberapa faktor utama resiko dari penyakit bradikardia  antara lain seperti usia dan juga bawaan penyakit jantung. Biasanya kedua faktor tersebut menjadi factor yang paling sering memungkinkan seseorang terkena penyakit bradikardia.

Selain itu beberapa hal yang bisa meningkatkan resiko penyakit bradikardia antara lain seperti tekanan darah yang tinggi, mengkonsumsi alcohol secara berlebihan, perokok berat, menyalahgunakan penggunaan obat-obatan, dan juga gangguan psikologis.

Untuk mendiagnosa penyakit bradikardia secara akurat biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan menyeluruh seperti menanyakan kepada pasien apakah pasien memiliki riwayat keluarga yang mempunyai penyakit jantung, kemudian dokter akan menanyakan gejala-gejala yang dirasakan oleh pasien di sekitar area jantung. Selain itu dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik kepada pasien antara lain seperti memeriksa nadi, denyut dan juga jumlah irama jantung apakah sesuai dengan standar denyut jantung pada umumnya atau tidak.

Setelah melewati dua pemeriksaan diatas barulah dokter akan melakukan pemeriksaan elektrokardiogram (EKG) untuk mengevaluasi penyakit bradikardia ini secara lebih lanjut, biasanya pemeriksaan ini memerlukan waktu sekitar 1 hari dengan menempelkan alat EKG kepada pasien dan pasien akan menekan tombol dari alat tersebut setiap pasien merasa ada gejala di area jantung.

Barulah setelah semua rangkaian pemeriksaan tesebut selesai dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan sesuai dengan indikasi penyakitnya, seperti contohnya jika pasien terdekteksi mengalami gejala hipotiroid maka dokter akan melakukan tes darah menyeluruh untuk memeriksa kadar tiroid yang menjadi salah satu pemicu terjadinya penyakit bradikardia ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *